Rabu 29 Juli 2009 malam, dalam rapat rutin dewan harian di panti stasi, Romo Agus berkesempatan hadir. Romo mengatakan bahwa beliau mendapat kesempatan untuk memasuki tahun sabatikal. Enam hari bekerja dan hari ketujuh hari istirahat yaitu Sabat, hari untuk Tuhan. Selama setahun kedepan romo akan istirahat untuk menatakembali hidup (panggilan) nya. Meskipun istilahnya istirahat, tidak berarti tidak berbuat apa-apa. Waktunya akan diisi dengan melihat ke dalam diri, merenungkan kehidupan dan panggilannya. Juga akan diisi dengan menimba ilmu (ikut kursus) untuk bekal pelayanan di kemudian hari.

Romo akan ngepos di Pringwulung dan masih bersedia melayani kalau ada permintaan khusus seperti penerimaan sakramen minyak suci. Permintaan yang lain ya tentu saja tidak dilayani.

Hari Sabtu 8 Agustus 2009 misa sore akan dipimpin oleh Rm Agus sekaligus serah terima kepada Rm Willem. Lalu hari Senin 10 Agustus 2009 malam (setelah magrib?) akan diadakan acara ramah tamah perpisahan ala Angkringan di shelter belakang gereja. Umat yang ingin hadir, dipersilahkan. Santai saja.