Senin 10 Agustus 2009 malam, acara perpisahan dengan Romo Agus berlangsung gayeng. Umat memadati halaman sekitar shelter di belakang gereja dan di kelilingi oleh 4 angkringan yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Sambil makan dan minum, umat mendengarkan sajian lagu-lagu dari grup keroncong Nada Surgawi dari stasi Pringgolayan.

Romo Willem yang hadir ikut mengawali acara dengan menyanyikan lagu jadul dari Bimbo . . . . Salam Sayang . . . . Kasih Sayang. . . . . sambil nggitar. Setelah itu Romo Agus menampilkan koleksi foto-foto kegiatannya sambil memberi narasi. Kemudian Romo juga menguraikan apa yang dimaksud dengan tahun sabatikal seperti yang tertulis sebagai tema acara “Tahun sabatikal, dari kepompong menjadi kupu-kupu”

Setelah Pak Jeni dan mbak Adis memberikan kesan-kesan secara singkat, beberapa umat mewakili lingkungan-lingkungan memberikan kenang-kenangan kepada romo Agus.

Met jalan ke puren pringwulung mo, selamat menjadi kepompong untuk terbang kembali bagaikan kupu-kupu.