December 2009


Tahun 2010 ditetapkan menjadi Tahun Syukur umat Allah di KAS, berkenaan dengan kebaikan dan karya Tuhan melalui Ardas 2006-2010 dan Ultah KAS yang ke-70 tahun nanti, serta berbagai alasan syukur lainnya. Untuk menyertai Tahun Syukur itu, Komisi Liturgi KAS menyampaikan di sini Doa Tahun Syukur KAS tahun 2010. (E. Martasudjita Pr)

1. VERSI INDONESIA

DOA SYUKUR UMAT ALLAH KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG

Allah Bapa Maha Pemurah,

kami bersyukur kepada-Mu
sebab Engkau senantiasa membimbing kami,
seluruh umat-Mu di Keuskupan Agung Semarang,
untuk bersahabat dengan-Mu,
mengangkat martabat pribadi manusia,
dan melestarikan keutuhan ciptaan.

Terlebih kami bersyukur kepada-Mu
atas habitus baru dalam paguyuban-paguyuban
di tengah umat-Mu,
yang menumbuhkembangkan semangat berbagi.
Kami juga bersyukur atas keluarga-keluarga
yang menjadi basis hidup beriman,
atas anak-anak, remaja dan kaum muda
yang semakin terlibat dalam pengembangan umat,
dan segala upaya pemberdayaan saudara-saudari kami
yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.

Bersama Bunda Maria,
hamba-Mu dan bunda kami,
kami mohon,
utuslah Roh Kudus-Mu
untuk melanjutkan pekerjaan baik
yang telah Engkau mulai di tengah kami
agar kami dapat menjadi saksi budaya kasih dan kebenaran-Mu
bagi masyarakat dan lingkungan hidup kami.

Doa syukur dan permohonan ini
kami hunjukkan kepada-Mu
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

2. VERSI JAWA

Sembahyangan Atur Panuwun Umat Allah Keuskupan Agung Semarang

Allah Hyang Rama ingkang mahamirah
kawula ngaturaken agunging panuwun
ingarsa Dalem
Awit Sampeyan Dalem tansah nuntun
Umat Dalem ing Keuskupan Agung Semarang
supados tansah caket  kaliyan Sampeyan Dalem,
ngangkat martabat pribadining manungsa,
tuwin nglestantunaken wetahing titah Dalem.

Langkung-langkung kawula ngaturaken panuwun
ingarsa Dalem
awit tuwuhipun habitus enggal
wonten ing paguyuban-paguyuban umat Dalem,
ingkang nuwuhaken lan ngrembakaken semangat andum para.
Kawula ugi ngaturaken agunging panuwun
awit brayat-brayat ingkang dados dasaring gesang kapitadosan,
awit para putra lan kaum muda
ingkang ngudi ngrembakaning Pasamuwan Suci,
tuwin sakathahing pambudidaya murih karaharjaning
para alit lan papa.

Sesarengan kaliyan Kanjeng Ibu Dewi Maria, abdi Dalem,
kawula nyuwun,
karsaa ngutus Hyang Roh Suci
nglestantunaken pakaryan sae
ingkang sampun Sampeyan Dalem wiwiti
ing tengah-tengah kawula.
Mugi kawula saged dados seksi Dalem
menggahing katresnan lan kasunyatan Dalem
tumrap masyarakat kawula.

Atur panuwun tuwin panyuwunan kawula menika,
kawula unjukaken ingarsa Dalem
lantaran Sang Kristus, Gusti kawula. Amin.

Advertisements

Perayaan Misa Malam Natal I, II dan Natal Pagi di Gereja St. Paulus Pringgolayan berjalan lancar dan aman.

Misa Malam Natal I Kamis 24 Des 09 dimulai pukul 17.00 dalam nuansa Jawa. Lengkap dengan gamelan dan petugas liturgi berbusana Jawa. Misa dipimpin oleh Rm Willem Pau, Pr yang dalam homilinya menyinggung makna Pesta Kelahiran Yesus. Siapa yang seharusnya menjadi ‘lakon’ dan mendapat perhatian utama ketika merayakan Pesta Natal.

Misa Malam Natal II Kamis 24 Des 09 dimulai pukul 20.30 dalam bahasa Indonesia dan dipimpin oleh Rm. Yudono Suwondo, Pr. Dalam homilinya, Rm Wondo menyampaikan ilustrasi bagaimana seorang pelayan toko harus melayani pengunjungnya tanpa membeda-bedakan siapa dan apa yang dibeli, entah mahal entah murah. Yang menjadi tugas adalah melayani.

Misa Natal Pagi Jumat 25 Des 09 dimulai pukul 07.30 dan merupakan misa untuk anak-anak. Misa dipimpin oleh Rm. Agus Suryana Gunadi Pr. yang dulu pernah menjadi pastor kepala Paroki Bintaran dan Stasi Pringgolayan. Pemimpin Misa berubah dari rencana semula oleh Rm. Willem Pau, karena Rm. Gito sakit dan harus mondok di rumah sakit, sehingga terjadi pertukaran tugas memimpin misa di beberapa tempat.

Kelancaran ibadat juga diikuti dengan kelancaran parkir dan akses keluar masuk gereja. Keamanan terjamin karena cukup banyak petugas dari Polri dan TNI serta dari ormas yang ikut berjaga mengamankan situasi.

Semoga kebaikan Tuhan bagi semua orang, sesuai Pesan Natal 2009 bersama PGI dan KWI, dapat diterima dengan sukacita oleh semua orang.

Selamat Natal 2009.

Bulan November-Desember ini banyak sekali yang ingin menerima sakramen perkawinan. Ada belasan pasang yang antri. Di gereja antri pengumuman pertama, kedua, ketiga. Dan akhirnya kalau tidak ada yang melaporkan adanya halangan, sampailah waktunya penerimaan sakramen perkawinan di gereja.

Gedung gerja jadi meriah dengan hiasan bunga-bunga yang semerbak harum – disemprot wangi-wangian. Aneka pernak-pernik nempel di sana-sini. Lampu sorot video dengan daya ribuan watt menyinari mempelai, orang tua, dan juga romonya. Tak ayal romonya jadi kepanasan. Keringat bercucuran. Homili sambil terus ngelap keringat yang terus mengalir. Lampu kilat tukang foto berkali-kali juga ikut memeriahkan upacara perkawinan di gereja.

Karena peristiwa yang termasuk langka (hanya boleh sekali?), maka harus diabadikan. Tukang foto dan video sibuk mondar-mandir ke sana kemari sambil bawa kamera dan lampu dengan kabelnya ikut diseret kesana kemari pula. Cari sudut pengambilan yang baik. Dari samping kiri. Samping kanan. Hampir nyenggol patung Bunda Maria, untung baru kena lilinnya. Naik ke altar supaya dapat gambar bagus dari ‘ketinggian’.

Yah itulah serba ramai. Tapiiii… itu dimana? Di gedung pertemuan? Di restoran atau convention center? Lha kalau di gedung gereja apakah pantas? Memang orang bisa mondar-mandir seenak udelnya kesana kemari naik ke panti imam, keluar masuk ke sakristi sebagai jalan pintas.

Untungnya komisi liturgi keuskupan se regio jawa plus menangkap gejala yang tidak sesuai dengan liturgi gereja katolik. Mereka berkumpul di Sangkalputung 20-22 November 2009 lalu untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan liturgi perkawinan.  Semoga Panduan Pastoral Liturgi Perkawinan yang telah dirumuskan dapat segera direstui Gereja Katolik dan diinformasikan kepada umat.